Reb-D dan Reb-M memimpin masa depan pemanis sehat

Pemanis Alami Generasi Berikutnya Reb-M & Reb-D Tanpa Kalori, Tidak Ada Kenaikan Berat Badan



Seiring meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, pemanis alami nol kalori menjadi fokus utama konsumen. Pada Juni 2025, sebuah studi diterbitkan di jurnal internasional tersebut Kimia Makanan: X secara sistematis menyelidiki efek metabolik komprehensif dari glikosida steviol yang sedang muncul, Reb-D dan Reb-M.
Studi tersebut menunjukkan bahwa dua pemanis baru ini menunjukkan tidak ada efek samping across multiple key metabolic dimensions—including body weight, liver, adipose tissue, skeletal muscle, and gut health—highlighting their strong potential as alternatif gula yang aman.


BAGIAN 01
Apa itu glikosida steviol Reb-M dan reb-d?

Glikosida steviol (umumnya dikenal sebagai pemanis stevia) adalah glikosida yang diekstrak dari Stevia rebaudiana dan saat ini merupakan pengganti gula alami nol kalori yang paling banyak digunakan di industri makanan dan minuman.
Among the various steviol glycosides, Rebaudioside A (Reb-A) once became the star of the sweetener market due to its high sweetness and relatively low bitterness. However, with advances in technology, two new rising stars in the steviol glycoside family—Reb-M dan Reb-D—have gained increasing attention.
Although their content in dried stevia leaves is relatively low (Reb-M at approximately 0.1% and Reb-D at approximately 0.2%, far lower than Reb-A’s 2.3–3.8%), they offer a Profil rasa yang lebih alami dan rasa manis yang lebih seimbang. Akibatnya, Reb-M dan Reb-D secara bertahap menjadi pilihan utama bagi generasi pengganti gula berikutnya.

BAGIAN 02
Verified Safety Across Five Key Dimensions — Enjoy Sweetness with Confidence

(1) Berat Badan: Manis tanpa Kenaikan Berat Badan
Dalam studi tersebut, tikus diberi air minum yang mengandung 0,02% Reb-D atau Reb-M selama 16 minggu berturut-turut. Hasilnya menunjukkan:
  • Di bawah diet normal maupun tinggi lemak, terdapat tidak ada perbedaan signifikan pada kenaikan berat badan, asupan energi, akumulasi lemak, atau indikator terkait obesitas lainnya dibandingkan dengan kelompok kontrol.
  • Kelompok Reb-D bahkan memamerkan Peningkatan Glukosa Darah dan Profil Lipid, yang menunjukkan potensi manfaat regulasi metabolik.

Reb-D dan Reb-M tidak menyebabkan atau memperparah obesitas.

Temuan ini jelas merupakan kabar baik bagi konsumen yang ingin menikmati rasa manis tanpa khawatir tentang kenaikan berat badan.
 

(2) Keamanan Hati: Melindungi Organ Metabolik Vital
Sebagai organ metabolik pusat, kesehatan hati sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan.
Studi ini menunjukkan bahwa asupan jangka panjang campuran fruktosa/sukrosa meningkatkan kadar protein pada enzim lipogenesis hati utama (ACC dan FAS), menunjukkan kecenderungan untuk mendorong sintesis lemak di hati.

Reb-D dan Reb-M tidak mendorong steatosis hati.
Sebaliknya, Reb-D dan Reb-M tidak menunjukkan efek seperti itu. Hasilnya sebanding dengan kelompok diet tinggi lemak standar, dengan hasil konsisten diamati pada tikus jantan dan betina. Temuan ini memberikan bukti kuat yang mendukung keamanan hati dari Reb-D dan Reb-M.

(3) Mesin Pembakaran Lemak: Aktivasi Jaringan Lemak Coklat
The study also explored the effects of sweeteners on the thermogenic function of brown adipose tissue (BAT), often referred to as the body’s “fat-burning engine.” BAT thermogenesis plays a crucial role in maintaining energy balance.

Reb-D dan Reb-M tidak mengganggu fungsi jaringan lemak coklat.
Dalam kondisi diet normal, campuran Reb-D, Reb-M, dan fruktosa/sukrosa tidak secara signifikan mengubah ekspresi protein termogenik kunci UCP1 pada BAT. Namun, dalam kondisi diet tinggi lemak, suplementasi Reb-D atau Reb-M sedikit meningkatkan ekspresi protein UCP1.
Ini menunjukkan bahwa Reb-D dan Reb-M tidak hanya melakukan tidak mengorbankan fungsi termogenik BAT, tetapi juga dapat memaksakan efek regulasi positif di bawah kondisi diet tinggi lemak.

(4) Metabolisme Otot Kerangka: Pemanfaatan Energi yang Stabil
Otot rangka adalah jaringan utama yang mengonsumsi energi, dan status metaboliknya secara langsung memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Asupan Reb-D dan Reb-M tidak mengganggu metabolisme otot rangka.

Dibandingkan dengan kontrol, asupan fruktosa/sukrosa meningkatkan ekspresi protein fosforilasi oksidatif mitokondria (OXPHOS) dan penanda diferensiasi otot MyoD. Meskipun pemanis non-kalori Reb-D dan Reb-M juga meningkatkan protein mitokondria tertentu, mereka memang berhasil tidak memengaruhi penanda diferensiasi otot.
Secara khusus, Reb-D menunjukkan kecenderungan meningkatkan aktivitas sinyal insulin (p-AKT/AKT), yang menunjukkan potensi manfaat kesehatan tambahan. Secara keseluruhan, temuan ini mengonfirmasi bahwa Reb-D dan Reb-M memang demikian tidak menyebabkan efek samping tentang metabolisme otot rangka.

(5) Mikrobiota usus: Mendorong Ekosistem Mikroba yang Lebih Sehat
Often referred to as the body’s “second genome,” the gut microbiota plays a critical role in overall metabolic health.

Reb-D dan Reb-M memberikan efek positif pada komposisi mikrobiota usus.

Studi tersebut menemukan bahwa campuran fruktosa/sukrosa mengurangi keragaman mikroba dan mendorong pertumbuhan berlebihan bakteri yang berpotensi berbahaya (seperti Robinsoniella). Sebaliknya, Reb-D dan Reb-M mendorong pertumbuhan bakteri bermanfaat, termasuk akkermansia, dan genus bakteri yang diperkaya terkait dengan produksi asam lemak rantai pendek serta peningkatan kesehatan metabolik (seperti Faecalibacterium dalam kelompok Reb-M).
Selain itu, Reb-D dikaitkan dengan probiotik tertentu seperti Bifidobacterium. Hasil ini menunjukkan bahwa Reb-D dan Reb-M membantu membentuk sebuah Mikrobiota usus yang lebih sehat dan seimbang.

 

Hubungi Kami


Bacaan yang Direkomendasikan

Tinggalkan pesan Anda

marketing@bontac-bio.com
WhatsApp:008617722653439
tel:+86 0755 2721 2902