Deteksi NS1 Dengue menggunakan ELISA Ultrasensitif dengan Siklus Thio-NAD

超灵敏ELISA结合硫代-NAD循环检测登革热NS1蛋白的卓越优点




1. Pendahuluan

Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan olehvirus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi (Ae. aegypti atau Ae. albopictus),dengan gejala utama seperti demam tinggi, pusing, sakit kepala, ruam, dannyeri parah (nyeri mata, otot, sendi, atau tulang), dll. Penyakit ini banyak tersebar di daerah beriklim tropis dan subtropis. Diperkirakan 100 hingga 400 juta orang terinfeksi setiap tahun, di mana lebih dari 80% biasanya ringan dan tanpa gejala. Namun, demam berdarah dengue yang parah dapat meningkatkan risiko kematian jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, diagnosis dini penyakit ini sangat penting untuk pengobatan yang tepat waktu.

Perlu diperhatikan, protein non-struktural 1 (NS1), glikoprotein yang sangat terkonservasi, terutama disekresikan selama infeksivirusDengue, yang secara intensif dianggap sebagai faktor patogenesis utama daridemam berdarah dengue. Oleh karena itu, NS1 umumnya digunakan sebagai biomarker untuk deteksi dini penyakit ini.

Dalam penelitian ini, uji imunosorben terkait enzim sandwich (ELISA) yang dikombinasikan dengan metodesiklus tio nikotinamida adenin dinukleotida (thio-NAD/S-NAD)(selanjutnya disebut ELISA ultrasensitif) digunakan untuk mendeteksi NS1, kemudian dibandingkan dengan NAAT untuk memastikan akurasi deteksinya.

2. Kelebihan dan kekurangan metode deteksi tradisional untukdemam berdarah dengue 

Saat ini, terdapat empat metode deteksi utamauntuk demam berdarah dengue.


Isolasi virus dan identifikasi memiliki spesifisitas tinggi tetapi memakan waktu, setidaknya 5 hari. Tes antigen cepat adalah yang tercepat dan paling hemat biaya di antara metode lainnya, tetapi sensitivitas dan spesifisitasnya relatif rendah. Tes serologis berdasarkan IgM dan IgG dibatasi oleh jumlah hari infeksi, karenates harus ditunda sampai tingkat antibodi naik ke tingkat yang dapat dideteksi.

Di klinik, NAAT sering digunakan untuk menentukandemam berdarah dengue karena sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi. Namun, metode ini mahal, memakan tenaga, dan rentan terhadap positif palsu, yang harus dilakukan oleh personel terlatih.Untuk mengatasi kekurangan metode-metode ini, metode deteksi baruELISA ultrasensitif diterapkan dalam penelitian ini.

3. Alur kerja ELISA ultrasensitif dengan siklus thio-NAD


Sepasang antiboditikel ini digunakan untuk menangkap protein NS1 dalam ELISA sandwich, dan alkali fosfatasetikel ini dilabeli pada antibodi sekunder. Selain antibodi, turunan androsteron, 3α-hidroksisteroid dehidrogenase, thio-NAD, dan NADHdinetralkan digunakan untuk membangun sistem siklus enzim thio-NAD. Selama reaksi siklus thio-NAD, thio-NADH terus terakumulasi secara segitiga dan dapat diukur langsung pada absorbansi 405 nm.

4. Perbandingan ELISA ultrasensitif dan NAAT dalam deteksi protein NS1 Dengue

Dalam NAAT, 60 spesimen positif dengue, dan 25 spesimen negatif dengue. Nilai ambang siklus (CT) NAAT dari spesimen positif dengue tersebut berkisar antara 12,42 hingga 31,41.Dalam ELISA ultrasensitif, 59 spesimen sesuai positif dengan hasil NAAT, sedangkan 25 spesimen sepenuhnya sesuai negatif dengan hasil NAAT.

Dibandingkan dengan NAAT, sensitivitas dan spesifisitas ELISA ultrasensitif masing-masing adalah 98,3% dan 100% (Tabel 2). Dari 60 spesimen pasien positif dengue yang dikonfirmasi NAAT, hanya 1 spesimen yang negatif dalam ELISA ultrasensitif. Data NAAT menunjukkan bahwa spesimen tersebut adalah kasus infeksi DENV tipe 4 dengan nilai CT 21,59. Hasil ELISA ultrasensitif hampir sepenuhnya sesuai dengan hasil NAAT, dengan nilai kappa 0,972 (95% CI: 0,917-1.0).

5. Kesimpulan

UMetode ELISA ultrasensitif mudah dilakukan dan tidak memerlukan tenaga profesional untuk mengoperasikannya. PDeteksi dapat dimulai segera setelah menerima sampel kecil. Sangat cocok untuk deteksi diniviruspenyakit di negara berpenghasilan rendah.

Referensi

Chen, Po-Kai dkk. “Advanced Detection Method for Dengue NS1 Protein Using Ultrasensitive ELISA with Thio-NAD Cycling.” Viruses vol. 15,9 1894. 8 Sep. 2023, doi:10.3390/v15091894

BONTAC NR-CL 的产品优势与特点BONTAC Thio-NAD/S-NAD

BONTAC adalah salah satu dari sedikit perusahaan diTiongkok yang dapat memproduksi Thio-NAD, dengan“Bonzyme” Teknologi whole-enzymatic (ramah lingkungan;tidak ada residu pelarut berbahaya) dan teknologi pemurnian tujuh langkah “Bonpure” yang unik. BONTAC mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, produksi, dan penjualan, dengan pabrik milik sendiri dan sejumlah sertifikasi internasional untuk memastikan kualitas tinggi dan pasokan produk yang stabil.

 

Pernyataan Penyangkalan

BONTAC tidak bertanggung jawab atas klaim apa pun yang timbul secara langsung atau tidak langsung dari ketergantungan Anda pada informasi dan materi di situs web ini.
 


 
"); })

Berhubungan


Bacaan yang Direkomendasikan

Tinggalkan Pesan Anda

marketing@bontac-bio.com
WhatsApp:008617722653439
tel:+86 0755 2721 2902